"Harimau tidak hanya berkeliaran di perkebunan kelapa sawit, tapi masuk ke pemukiman penduduk dan menyantap satu ekor sapi. Kami sangat khawatir akan terjadi korban lagi," kata Hendra warga setempat dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (30/09/2010).
Rasa ketakutan warga ini cukup beralasan. Ini sebubungan sekitar sepekan yang lalu, Sugianto warga desa setempat menjadi santapan harimau. Korban saat itu tengah berada di perkebunan kelapa sawitnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelumnya harimau sudah memangsa manusia. Guna menghindari konflik berkelanjutan, makanya kita akan segera menangkap harimau tersebut," kataย Kepala Seksi Wilayah Dumai, BBKSDA Riau, Hutomo.
Sementara itu, aktivis WWF Riau, Oesmantri menyebut, bahwa di sekitar desa tersebut ada kawasan hutan marga satwa Bukit Batu. Persoalannya, kondisi hutan marga satwa itu sudah kritis. Sebagian besar kawasan tersebut telah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit, dan perladangan masyarakat.
"Wajar saja konflik terjadi, karena memang harimau terusik karena habitatnya yang dibabat manusia. Kondisi hutan yang gundul, menyebabkan pakan harimau pun hilangh dari habitatnya. Buntutnya harimau pasti menyerang manusia atau memakan ternak," kata Oesmantri.
(djo/djo)











































