"Motor saya dirampas oleh salah satu orang, katanya untuk bawa temannya yang luka. Saya didorong," cerita Marsono kepada detikcom, Kamis (30/9/2010). Saat itu, Marsono sedang mengendarai motornya, Suzuki Skywave bernopol B 6950 TMR dari arah Kemang menuju TB Simatupang.
"Sampai pertigaan yang ke arah Jeruk Purut, saya disuruh putar balik karena ada kerusuhan, tapi pas mau balik, tiba-tiba ada sekelompok orang yang datang dan meminta motornya," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang bekerja di bidang properti itu lantas lari tunggang langgang ke arah Kemang bersama beberapa pemakai jalan lainnya. Yang ada dipikiran Marsono saat itu hanyalah menyelamatkan diri.
"Kami lari semua, banyak orang yang ninggalin mobilnya di lokasi karena takut kena pedang," kata Marsono.
Setelah bentrokan reda, Marsono berusaha mencari di mana motor berwarna oranye-hitam itu berada. Rumah sakit Jakarta Medical Center (JMC) di Jalan Warung Buncit Raya menjadi tujuannya.
"Saya coba cari di RS JMC, tapi tidak ada," kata Marsono.
Marsono kemudian mencoba melaporkan kehilangan motornya di Polsek Pancoran yang berada tak jauh dari RS JMC, namun petugas setempat meminta Marsono melapor ke Pasar Minggu. Marsono kemudian ke Polsek Pasar Minggu.
"Tapi di sana, saya diminta ke Polres Jakarta Selatan karena kasusnya diambil alih oleh Polres," katanya.
Lalu apa kata polisi? "Saya disuruh nunggu tiga atau empat hari," ujar Marsono.
Marsono berharap, motor yang dibelinya dari mertua itu bisa ditemukan. "Semoga ketemu," harapnya. (ken/nrl)











































