Pantauan detikcom, puluhan petugas mengetuk satu persatu pintu rusun Benhil, Jl Penjernihan I, Jakarta Pusat, Kamis (30/9/2010). Setelah penghuninya keluar, petugas menanyakan kartu identitas dan mengeceknya. Petugas akan menjaring warga yang tidak memiliki KTP Jakarta, atau ber KTP Jakarta tapi masa berlakunya sudah mati.
Saat OYK berlangsung, banyak warga yang tidak sedang berada di rumahnya. Ada pula
yang sedang tidur atau mandi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama berselang, pintu rusunnya sedikit dibuka. Ia menyodorkan KTP, tapi sebagian tubuhnya bersembunyi di balik pintu. Pria ini hanya memakai handuk, sementara tangannya masih dipenuhi busa sabun.
"Saya tinggal sama istri pak. Istri saya sedang berada di bawah, sedang kerja," ucap pria itu.
Dalam operasi ini, petugas juga menemukan warga negara Tunisia. Namun setelah paspornya diminta, keberadaan pria asing ini tidak bermasalah. Ia lalu dipersilakan masuk kembali di rusun kontrakannya.
Di rusun ini terdapat 11 RT yang terdiri dari 629 petak rusun. Warga yang terjaring dalam OYK didata dan diberi surat untuk menjalani sidang di PN Jakarta Pusat.
"Hari ini kita fokus di tempat ini. Setelah ini apartemen-apartemen lain seperti di Kemayoran juga akan kita data," jelas Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Ducapil) Jakarta Pusat, Muhammad Hatta saat memimpin OYK kepada wartawan di lokasi.
Hatta mengatakan, ada 3 titik yang didatangi petugas dalam OYK di Jakarta Pusat, yakni rusun Benhil, wilayah kelurahan kebon kacang, dan apartemen Sudirman di Kemayoran.
(gun/djo)











































