"Di sepeda itu ada tombol diletakkan di sepeda yang tersambung dengan kabel-kabel," ujar seorang saksi mata, Linda, yang merupakan pedagang di Pasar Sumber Arta, Kalimalang, Jakarta Timur, Kamis (30/9/2010).
Linda juga mengaku melihat bawaan lainnya yang dibawa AH seperti paku-paku berkarat besar, terigu, sagu, dan tali rafia.
Meski demikian, Linda tidak melihat apakah kabel tersambung ke dalam tas yang dibawa AH. "Saya nggak lihat," kata Linda.
Linda tidak sempat melihat ciri-ciri pelaku karena segera dibawa polisi. Linda hanya melihat pakaian yang dikenakan AH. "Bajunya seperti pemulung," katanya.
Saat bom meledak, lanjut Linda, dia sedang berada di toko kue. Dia langsung lari dan sempat mengira yang meledak adalah ban sepeda.
"Saya dengar ada ledakan. Saya langsung lari, saya kira ban meledak, nggak tahunya ada kejadian," kisahnya.
Saat ini pelaku AH dirawat di RS Kramatjati, Jaktim. Dia menderita luka bakar parah dan patah tulang. (nik/nrl)











































