"Kalau dilihat dari tatanan pangkat dan masa tugasnya serta pengalaman Pak Edhie saya lihat itu hal yang biasa-biasa saja. Tidak ada masalah," ujar Wakil Ketua Komisi I dari FPDIP TB Hasanuddin di Gedung Parlemen, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9/2010).
Berdasarkan surat keputusan Panglima TNI No: 2Kep/642/IX/2010 tanggal 28 September 2010, Pramono yang saat ini menjabat Pangdam Siliwangi akan segera naik pangkat menjadi Pangkostrad menggantikan Letjen Burhanudin Amin yang akan memasuki masa pensiun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penempatan seperti ini, lanjut Hassanudin bukanlah hal yang baru. Karena dahulu Pangdam Jawa Tengah Mayjen Wismoyo, juga pernah dipromosikan menjadi Pangkostrad.
"Dulu Pangdam Jateng Mayjen Wismoyo jadi Pangkostrad, itu kan naik juga. Tapi juga biasa," imbuh politisi PDIP ini.
Hal yang sama juga dikatakan pimpinan DPR Anis Matta. Pengangkatan promosi jabatan Edhie yang kemudian menjadi Pangkostrad itu lebih pada profesioanalisme, dan tidak ada kaitannya dengan kekerabatannya dengan Presiden SBY.
"Saya kira itu proses, karena prestasinya beliau kan juga banyak. Saya lihat tidak ada suatu masalah dengan itu, itu prosesional saja," jelas Anis.
Untuk jabatan yang akan ditinggalkan Edhie nantinya, Pangdam Siliwangi akan diisi oleh Mayjen TNI Muldoko yang saat ini menjadi Pangdam Tanjung Pura. Muldoko sendiri akan digantikan oleh Mayjen TNI Geerhan Lantara yang saat ini menjabat sebagai Pangdiv Kostrad.
Sedangkan di tubuh TNI AL, Pangarmabar Laksdya Marsetio akan menempati posisi baru sebagai Wakil KSAL menggantikan Laksdya Soeparno yang naik pangkat menjadi KSAL.
(lia/nwk)











































