Kriminolog Universitas Indonesia, Prof Adrianus Meliala, menyarankan agar polisi menekan para kelompok yang bertikai agar kejadian serupa tidak terulang pada sidang berikutnya.
"Polisi sebaiknya melakukan kegiatan menekan mereka, seperti melakukan penangkapan dan penyidikan," ujar Adrianus kepada detikcom, Rabu (29/9/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan penangkapan, ini akan membuat kelompok yang bertikai berhitung kembali untuk mengulangi aksi mereka," jelas Adrianus.
Adrianus menambahkan, polisi juga bisa menjadikan rekaman peristiwa antar dua kelompok tersebut sebagai alat barter. Tujuannya, kata Adrianus, juga untuk menekan dua kelompok yang bertikai agar tak kembali melakukan aksi saling serang kembali.
"Jadi menekan mereka yang ada dalam rekaman, apabila kembali melakukan kericuhan maka mereka akan langsung ditangkap dan dijadikan tersangka," tambah Adrianus.
Adrianus juga meminta agar polisi tidak bersikap definsif atas peristiwa ini. "Kalau polisi definsif lagi maka mereka akan datang lagi. Dan main lagi mungkin dengan massa lebih besar dan seakan jalan raya jadi arena mereka sehingga menimbulkan ketakutan," tukas Adrianus.
(ddt/irw)











































