Saat Pejabat Jayapura Curhat ke 3 Menko

Saat Pejabat Jayapura Curhat ke 3 Menko

- detikNews
Kamis, 30 Sep 2010 04:04 WIB
Saat Pejabat Jayapura Curhat ke 3 Menko
Jayapura - Tiga menteri koordinator beserta sejumlah menteri lainnya berkunjung ke Jayapura, Papua. Kesempatan langka ini pun langsung digunakan sebagai ajang curhat pejabat Jayapura.

Hadir dalam acara ini adalah Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih, Kepala BMKG Sri Woro, Kepala BIN Sutanto hingga Wakil Menteri Diknas, Fasli Jalal.

Sementara dari Jayapura, dihadiri oleh Gubernur Papua Barnabas Suebu serta jajarannya. Termasuk juga Kapolda Papua Inspektur Jenderal Bekto Suprapto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pemaparannya, Barnabas menceritakan mengenai kondisi demografis hingga perekonomian Papua saat ini. Untuk pendidikan, Barnabas mengeluhkan jumlah sekolah yang masih sangat kurang.

"Dengan ketersebaran wilayah, masih banyak sekolah yang harus ditambah," ungkap Barnabas di Gedung Negara, Jayapura, Papua, Rabu (29/9/2010).

Barnabas juga memaparkan suatu fakta yang cukup mengejutkan. Berdasarkan data, jumlah kasus penderita HIV/Aids di Papua sudah mencapai 4.936 kasus. Sedangkan yang positif menderita HIV mencapai 70,11 persennya. Di tahun lalu saja, sudah ada 378 kasus HIV.

"Kami menyediakan dana yang sangat besar dan berupaya besar untuk lawan penyakit ini," jelas Barnabas.

Meski begitu, Barnabas menilai jika kawasannya ini sudah tergolong sangat rendah tingkat kriminalitasnya. Dengan adanya jaminan ini, dia berharap investor mau untuk menanam modal di kawasan Papua.

Sementara itu, Rektor Universitas Cendrawasih Dr Balthasar Kambuaya, mengeluh soal mahalnya transportasi pesawat di sini. Kondisi ini membuat barang-barang yang dijual di Papua harganya bisa melonjak sangat tinggi.

Sedangkan Kapolda Bekto meminta agar Menko Kesra lebih memerhatikan warga warga adat Papua. Menurut Bekto, meski umur warga tersebut masih tergolong muda, namun mereka sudah seperti terlihat tua. Bekto menduga karena kurangnya protein yang dikonsumsi.

Djoko Suyanto menyambut baik segala saran yang sudah dikemukakan tadi. Djoko juga memiliki wacana membentuk tim khusus untuk memastikan percepatan pembangunan di kawasan Papua benar-benar terlaksana.

"Akan dibentuk semacam institusi yang khusus nanganin masalah Papua, karena di setiap kementerian perekonomian, ada desk khusus yang menangani masalah Papua," tegasnya.
(mok/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads