"Kami tidak ingin kraton hanya dilihat dari bangunannya yang indah saja, tapi di dalamnya ada lembaga administrasi yang mengatur, ada abdi dalem dan hidup terus," kata KRT Jatiningrat salah satu panitia Pawiyatan Abdi Dalem di Ndalem Joyokusuman di jl Rotowijayan, Rabu (29/9/2010).
Menurut Jatiningrat model pendidikan seperti ini sudah pernah dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I setelah naik tahta tahun 1757. Namun setelah itu tidak dilakukan oleh para sultan penerusnya. Saat ini model pendidikan ini akan dilakukan lagi oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Pangageng Kawedanan Ageng Panitropuro, GBPH Joyokusumo menambahkan sebanyak 1.200 abdi dalem punokawan akan mengikuti kursus tersebut selama 1 bulan yang akan dilakukan setiap hari Senin dan Kamis. Diharapkan selama satu tahun secara bergelombang semua abdi dalemย bisa mengikuti pendidikan tersebut.
"Kurikulumnya bermacam-macam yang berkaitan dengan tata krama dan aturan kraton, administrasi, kepangkatan dan lain-lain. Yang lulus juga akan mendapat sertifikat atau ijazah," kata mantan anggota DPR RI dari Golkar itu.
(bgs/mad)











































