Sekretaris Dewan (Sekwan) Akmal JS, membenarkan rencana kepergian para wakil rakyat itu. Menurutnya, sesuai dengan anggaran yang ada, seluruh anggota dewan yang berjumlah 55 orang diagendakan melakukan kunjungan kerja ke Eropa dan Amerika.
"Namun tidak semuanya bersedia berangkat. Ada di antaranya yang enggan ikut dalam kunjungan kerja ini," kata Akmal.
Rencana keberangkatan itu, kata Akmal, belum dapat dipastikan. Tapi yang jelas, saat ini pihak dewan sudah mengajukan izin kunjungan kerja ke Mensesneg. "Izin sudah diajukan, tinggal menunggu saja," kata Akmal.
Akmal menjelaskan, dari 55 anggota dewan hanya 36 orang yang telah menyatakan kesediaanya untuk berangkat. Saat ini izin visa tengah diurus pihak travel.
"Masing-masing anggota dewan dianggarkan dana Rp 53 juta. Tapi dana tersebut tidak diberikan ke tangan anggota dewan. Dana itu kita serahkan ke travel yang mengurusi soal perizinan, akomodasi dan transportasi. Jadi anggota dewan tidak memegang uang tersebut," kata Akmal.
"Kalau negara mana saja tujuannya, saya tidak hafal. Kalau tidak salah, Jerman, Amerika dan Perancis. Itu yang saya tahu," imbuh Akmal.
Rencana kunjungan kerja ini mendapat reaksi dari masyarakat. Ketua Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI) Riau, Marbaga Tampubolon, mengatakan salah satu isu yang dienduskan anggota dewan ke publik adalah studi banding soal kelistrikan. Mengingat selama ini Riau kekurangan daya listrik.
"Anggota dewan itu tak usah banyak alasan. Masyarakat juga tahu, bahwa studi banding soal kelistrikan itu hanya alasan saja. Intinya mereka itu hanya mau pelesiran saja," kata Marbaga.
(djo/djo)











































