Wakil Ketua DPR Sesalkan Polisi Terkait Bentrok di PN Jaksel

Wakil Ketua DPR Sesalkan Polisi Terkait Bentrok di PN Jaksel

- detikNews
Rabu, 29 Sep 2010 16:39 WIB
Jakarta - Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyesalkan ketidaktegasan polisi dalam bentrokan antara dua kelompok pemuda di depan PN Jaksel. Semestinya, kalau polisi sigap, bentrokan itu bisa diantisipasi. Korban jiwa pun tidak perlu jatuh.

"Kami menyesalkan itu bisa terjadi di Jakarta, seharusnya polisi melakukan tindakan preventif. Apalagi seharusnya polisi melihat sejak dini kemungkinan tindakan tersebut," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/9/2010).

Pramono pun mengkritik Polri, mulai dari peristiwa Tarakan, Kaltim hingga di kawasan Jl Ampera, Jaksel. "Ini menunjukkan citra polisi dalam ujian cukup berat dan kalau tidak dapat mengatasi maka citra polisi akan semakin jatuh di masyarakat," terangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum lagi, ada penggunaan senjata api. Hal ini menunjukkan bahwa perizinan senjata api, tidak ketat. "Ini menjadi tugas Kapolri yang baru memberantas premanisme," terangnya.

Politisi PDIP ini menegaskan, Kapolri baru harus bisa menunjukkan wibawa kepolisian yang tengah diuji. "Untuk itu harus dilakukan penertiban dalam perizinan ke dalam, terutama senjata api," tutupnya.

Diketahui 2 kelompok pemuda berkulit gelap bentrok pada pukul 13.30 WIB. Bentrokan diduga terkait sidang pembunuhan di klub Blowfish. Belum juga sidang digelar, bentrokan pecah di depan PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jaksel.

4 Korban tewas diketahui karena tertembus timah panas dari pistol salah satu kelompok dan juga ada yang kena sabetan senjata tajam.

(ndr/fay)


Berita Terkait