Akibat kejadian itu, korban terpaksa mendapat perawatan intensif di Rumahsakit Umum (RSU) Pirngadi Medan, Rabu (29/9/2010). Dia menderita luka bakar di sekujur tubuh.
Derita Arina bermula saat suaminya membawa udang pulang ke rumah, (19/9/2010) lalu. Suami korban kemudian meminta Arina memasak udang tersebut untuk makan malam. Diduga akibat telat menyiapkan makan malam, suami korban langsung marah dan terjadi pertengkaran hebat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah menjerit-jerit kepanasan, tapi api tidak juga dipadamkan," kata Arina dengan berlinang air mata.
Jeritan korban mengagetkan sejumlah tetangga. Melihat tubuh korban terbakar, tetangga kemudian memadamkan api dan langsung membawa korban ke salah satu rumah sakit di Kabupaten Labuhan Batu dalam kondisi kritis. Setelah menjalani perawatan sepuluh hari lebih, dirawat di Labuhan Batu, korban kemudian di rujuk ke Medan, sekitar 300 kilometer dari rumah korban. Penyebabnya karena keterbatasan alat.
Humas RSU Pirngadi Edison Peranginangin mengatakan, pihaknya masih melakukan analisis kondisi kesehatan korban yang mengalami luka bakar mulai dari wajah hingga kaki.
"Tim dokter masih melakukan pemeriksaan mengingat luka bakar yang dialami korban mencapai 80 persen," kata Peranginangin.
(djo/djo)











































