Becak motor yang berusia hampir 50 tahun ini, sudah beroperasi sejak tahun 1970, dan menjadi transportasi utama di Siantar. Motor produksi Inggris ini, sekarang jarang dijumpai di Siantar, dikarenakan banyak kolektor yang membeli dengan harga Rp 50 juta. Hal ini yang membuat Calvin, pria asal Yogyakarta merasa kecewa, seharusnya peninggalan bersejarah dilestarikan, dan bukan dijadikan koleksi.
Selain berkesempatan mencoba transportasi tradisional, Calvin dan Ida juga sempat mencicipi roti asli Siantar, roti Srikaya dan Ceres Mentega. Roti-roti tersebut merupakan hasil produksi dari Pabrik Roti Ganda, yang tersohor di Sumatera Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan informasi, vihara ini sempat terbakar di tahun 2008. Sebanyak 70 orang menjadi korban, dan banyak patung yang rusak. Perayaan Waisak juga sempat dibatalkan pada saat itu. Proses renovasi juga masih berlangsung sampai sekarang.
Hari ini, para petualang berkesempatan mengunjungi Simalungun Village, di mana mereka dapat menemui rumah-rumah adat khas Sumatera Utara.
(gah/gah)











































