"Orangnya ramah-ramah, tidak selalu menyapa dalam bahasa batak tetapi juga dalam bahasa Indonesia. Lebih bagus lagi kalau sebelum ke sini kita belajar bahasa setempat. Biar harganya gak mahal pas lagi mau beli oleh-oleh," ujar Ipul ketika dihubungi oleh detikcom, Rabu (29/9/2010) siang.
"Ada pedagang buah, namanya Bu Siti dia baik banget. Pas aku datang ke pasar buah, Bu Siti suruh aku nyicipin semua yang ada di sana. Aku nyicipin terong Belanda. Tapi karena gak enak klo gak beli, ya sudah akhirnya aku beli salak aja deh," timpal Mad diselingi tawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Susah banget cari makan di sini yang halal. Kebanyakan menjual babi panggang. Selama di sini ketemunya nasi Padang mulu. Kalau gak, ya makan see food, kaya kemarin aku makan nila bakar dan cumi bakar. Untung ada guide yang dari sini, jadi gak salah makan deh kita," tutur Ipul.
"Aku lagi cari-cari kuliner yang khas dari daerah sini, tapi susah banget. Mungkin nanti akan ketemu setelah menyusuri Kota Medan. Aku akan berbagi cerita pengalaman lagi untuk pembaca detik," sambung Mad yang berharap secepatnya dapat menemukan makanan khas daerah tersebut.
Program Aku Cinta Indonesia ini didukung penuh oleh XL, Sinarmas, Nexian,
Garuda Indonesia, dan Optik Seis.
(lom/lom)











































