Polisi Anti Huru-hara Hadang Dua Massa di Jalan Ampera Raya

Polisi Anti Huru-hara Hadang Dua Massa di Jalan Ampera Raya

- detikNews
Rabu, 29 Sep 2010 13:47 WIB
Polisi Anti Huru-hara Hadang Dua Massa di Jalan Ampera Raya
Jakarta - Dua massa yang bentrok di depan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan masih berhadapan. Namun kini, polisi telah membentuk pagar betis untuk memisahkan kedua kelompok masa tersebut.

Satu regu polisi yang berjumlah lebih dari 30 orang itu kini berdiri di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Rabu (29/9/2010).

Petugas menghadap ke arah Cilandak atau Jalan TB Simatupang. Polisi bersenjata lengkap dengan tameng itu tampak bersiaga. Di arah itulah, sekelompok orang tampak mengacung-ngacungkan pedang dan parang. Sesekali mereka masih melemparkan batu ke arah petugas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara di sisi ke arah Kemang, sekelompok orang juga masih tampak mengacung-ngacungkan senjata. Tampak seorang laki-laki berjaket kuning yang terluka di bagian kaki. Laki-laki itu terkena tembakan di kaki.

Hingga pukul 13.50 WIB, suasana di Jalan Ampera Raya yang kini ditutup masih mencekam. Polisi yang diterjunkan terus ditambah untuk mengantisipasi bentrok yang lebih besar.

Sebelumnya, bentrok kasus Blowfish juga telah terjadi. Pada Rabu 22 September, terdakwa kasus Blowfish, Bernadus Melala dan Kanor Lolo, diamuk penonton sidang dari kubu yang berbeda. Polisi sempat beberapa kali melepaskan tembakan peringatan.

Perkelahian di Blowfish, klub kongkow elite di Jakarta yang bertempat di  Plaza City,  terjadi pada 4 April 2010 lalu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar kala itu mengatakan peristiwa itu berlatar belakang kekesalan petugas keamanan yang sebelumnya dipukul pengunjung karena tak tersedianya meja. Dalam bentrokan itu, M Soleh meninggal disusul oleh temannya, Yopi Inggratubun yang meninggal 2 minggu kemudian setelah dirawat di RS Medistra. (ken/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads