"Pilkada, pemilihan bupati, pemilihan ormas, apakah itu demokrasi sebenarnya? Sering keputusan-keputusan justru ditentukan oleh kantong-kantong, koper-koper uang yang datang tengah malam, datang pagi hari," kata Prabowo yang disambut tawa para hadirin di Seminar 'Tanah Untuk Rakyat' di Hotel Le Meredien, Jakarta, Rabu (29/9/2010).
"Anda tertawa, berarti Anda tahu kan," kata Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia itu yang kembali disambut tawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ubah sistem pemilihan sehingga mengurangi dampak intervensi money politic. Bagaimana memilih pemimpin kalau masih seperti itu. Demokrasi dibajak oleh berkuasanya modal, berkuasanya uang," kata Prabowo yang mengenakan safari coklat khasnya itu.
Ia juga mengungkapkan, salah satu alasan mengapa ia masih terlibat politik adalah karena melihat pembangunan yang masih terbelakang.
"Saya melihat bangsa Indonesia di tengah suatu lomba-lomba melawan waktu. Masalah waktu ini karena ledakan penduduk. Kita selesai dengan sensus nasional, kita temukan 237 juta. Dalam satu dasarwasa, kenaikan penduduk lebih besar dari negara Malaysia. Bagaimana kita siapkan lahan, pangan untuk mereka?" katanya.
(lrn/fay)











































