Susno tiba di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, sekitar pukul 10.30 WIB, Rabu (29/9/2010). Pria asal Palembang tersebut dikawal oleh empat orang petugas keamanan dari Kejaksaan Agung.
Saat turun dari mobil tahanan, puluhan juru warta sudah menantinya dengan harapan bisa mendapatkan komentar atas kasus tersebut. Namun, para pengawal Susno tak memberi ruang yang cukup untuk bisa melakukan wawancara. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan dan mengakibatkan kaca di belakang Ruang Pengadilan 1 PN Jaksel pecah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya lebih jauh soal kasus tersebut, Susno tak berkomentar banyak. Namun dia sempat menjawab saat ditanya apakah memiliki rasa dendam terhadap Sjahril Djohan, yang kerap menyudutkannya di persidangan kasus mafia pajak.
"Saya tidak ada dendam. Hidup ini tidak ada dendam," tegas Susno.
Sidang rencananya akan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. Pukul 10.50 WIB, Susno pun dibawa ke ruang sidang. Dia tampak didampingi oleh kuasa hukumnya, Henri Yosodiningrat dan Ari Yusuf Amir. Sang Ibunda Mardiyah dan advokat senior Adnan Buyung Nasution juga ikut memberikan dukungan bagi jenderal bintang tiga tersebut.
(mad/fay)











































