"Makanan, nah itu dia. Untungnya saya sempet-sempetnya bawa tapi tidak banyak. Banyak yang lain tidak bawa, lari ke toko untuk memborong barang-barang instan, seperti mie instan, minum dan sebagainya. Untungnya, harga-harga masih normal," kata seorang pengungsi yang enggan ditulis saat berada di markas TNI Angkatan Laut, Tarakan, Kalimantan Timur saat dihubungi detikcom, Rabu (29/9/2010).
Menurutnya, sejak pagi warga mulai berduyun-duyun meninggalkan rumah masing-masing dengan mengendarai sepeda motor. Tetapi kebanyakan berjalan kaki. Mereka mencari lokasi aman di daerah militer atau markas polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di markas TNI AL tersebut, dia menyebut jumlah pengungsi terbilang banyak. Dalam perkiraannya jumlah pengungsi mencapai ribuan termasuk bayi, anak-anak dan lanjut usia. Pengungsi menempati ruangan, teras, mushalla atau aula. "Sekarang cuacanya sedang gerimis," pungkas warga Jl Mulawarman ini.
(Ari/mad)











































