Tidak ada korban tewas atau terluka setelah si penembak bunuh diri itu menembakkan senjatanya beberapa kali, demikian seperti dilansir dari Reuters, Rabu (29/9/2010).
Pihak Universitas langsung menutup kampus dan mencari kemungkinan ada orang lain yang memegang senjata selain pria penembak diri itu. Sampai kemudian dalam situsnya dinyatakan insiden itu telah berakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profesor hukum Universitas Texas Randall Wilhite pada CNN mengatakan, pria bersenjata itu mengenakan setelan gelap, dasi dan masker ski.
"Dia menembak sekitar tiga tembakan di tanah di depan mobil saya. Menurut pengamatan saya, dia tampak tak hendak menembak siapa pun. Dia hanya berlari di jalan dan menembak dengan acak," jelas Wilhite.
Kampus yang terletak di Austin ini terkenal dengan sejarah penembakan di AS. Pada tahun 1966, mahasiswa Charles Whitman membarikade dirinya dengan meja observasi di menara jam kampus, lalu menembaki orang-orang dengan senpi.
Penembakan itu menewaskan 14 orang dan melukai 31 orang lainnya. Sampai n93 menit kemudian Whitman pun berhasil ditembak mati polisi. Whitman, mantan tentara AL, telah membunuh istri dan ibunya, malam sebelum dia menembak di kampus.
Selain Whitman, pada tahun 2008 ada mantan mahasiswa Northern Illinois University membunuh 5 orang sebelum akhirnya menembak dirinya sendiri. Pada tahun 2007, seorang mahasiswa menembak dan membunuh 32 orang di Virginia Polytechnic Institute sebelum bunuh diri.
(nwk/nwk)











































