Massa berkumpul di pusat Kota Tarakan. Teriakan mereka terdengar di tengah situasi kota yang lengang.
"Posisi saya sekitar 1 kilometer dari pusat kota. Terdengar suara letusan senjata beberapa kali," kata Suprayogi,salah seorang warga Kota Tarakan,yang tinggal di Jl Mulawarman, Karang Anyar Pantai, Selasa (28/09/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi saya belum tahu apa yang terbakar.Masih khawatir keluar rumah," ujar Suprayogi.
Menurutnya,hingga saat ini warga masih tetap enggan keluar rumah khawatir terjadi bentrokan lanjutan. Berada di dalam rumah dinilai lebih aman ketimbang berkeliaran di jalan atau hanya sekadar menyaksikan situasi di pusat kota.
"Menyelamatkan diri dan keluarga yang penting," tutup Suprayogi.
Diberitakan sebelumnya, aktivitas ekonomi dan pendidikan di Tarakan,belum berlangsung normal. Pedagang memilih menutup toko mereka dan sekolah pun diliburkan.
Meski aparat TNI dan Polri berjaga-jaga,warga tetap khawatir terjadinya bentrokan susulan, pascabentrokan Minggu (28/09/2010) lalu,yang menewaskan seorang tokoh masyarakat, Abdullah (50). (nwk/nwk)











































