Demikian tanggapan Wagub DKI Jakarta, Prijanto, tentang bertambahnya jumlah titik genangan air di jalan-jalan protokol di Jakarta yang menyebabkan kemacetan saat hujan deras. Dia ditemui usai Rapat Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (28/9/2010).
"Kaitannya jelas dengan sampah, sekarang ada kulkas dan kasur nyangsang (tersangkut) di pertigaan. Kalau terjadi genangan, ya itu karena yang kesumpel-sumpel (menyumbat) itu," kata Prijanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau yang di Jl Denpasar dan Jl Thamrin, itu genangan. Arealnya sempit dan cepat surutnya," sambung Prijanto.
Namun demikian, ditegaskannya bahwa Dinas PU DKI Jakarta terus melakukan berbagai upaya guna mencegah berubahnya titik genangan di ruas jalan-jalan protokol menjadi daerah banjir. Di antaranya adalah pelebaran gorong-gorong yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
"Sekarang yang di Jl Wahid Hasyim dan Jl Thamrin, akan kita perbesar (ukuran gorong-gorong) dari 1x2 meter jadi 3x4 meter," jelasnya.
Menyinggung kesiapan penanggulangan bencana, berdasar laporan semua wilayah dalam kondisi siaga sebab memang selalu ada koordinasi antara Walikota ke Kodim dan Polres setempat. Baik untuk penyelamatan korban banjir dan penyaluran bantuan pangan ke titik-titik pengungsian.
"Dulu kita titip beras di gudang Bulog di Kelapa Gading, kalau di sana banjir jadinya beras susah keluar. Sekarang kita punya gudang sendiri di Cipayung yang siap dikirimkan kapan saja," jelas purnawirawan perwira tinggi TNI ini.
(lh/nrl)











































