Calhaj 2010 Asal Solo Divaksinasi Meningitis

Calhaj 2010 Asal Solo Divaksinasi Meningitis

- detikNews
Selasa, 28 Sep 2010 12:26 WIB
Jakarta - Calon Jamaah Haji di masing-masing daerahnya mulai mendapatkan vaksinasi untuk mencegah kemungkinan tertular penyakit meningitis selama melaksanakan ibadah haji. Meskipun sempat menimbulkan polemik terkait kehalalannya, tim kesehatan haji di daerah yakin seluruh jamaah haji akan menerima vaksin yang telah direkomendasikan oleh MUI.

Hari ini, Selasa (28/9/2010), tim kesehatan calon jamaah haji yang dibentuk oleh Pemkot Surakarta, melaksanakan vaksinasi terhadap para calon jamaah haji dari kota Solo yang dilaksanakan di gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Surakarta.

"Calhaj dari Solo tahun ini sebanyak 677 orang. Hari ini akan dilayani sekitar separoh, sebagian lainnya dilayani Rabu besok. Vaksin yang diberikan secara gratis ini akan melindungi calhaj dari resiko tertular meningitis hingga tiga tahun kedepan," ujar Kabid Pencegahan Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan DKK Kota Surakarta, Titiek Kadarsih, yang juga Koordinator Kesehatan Calhaj Kota Surakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Titiek mengatakan, vaksin meningitis yang diberikan kepada jamaah adalah Menveo ACW135Y buatan Novartis, Italia. Vaksin itulah yang telah direkomendasikan oleh MUI untuk diberikan kepada calon jamaah haji. Pemberian rekomendasi secara khusus tersebut dilakukan mengingat sebelumnya terdapat vaksinasi meningitis yang diragukan kehalalannya terkait kandungan di dalam vaksin tersebut.

"Kami sudah melakukan sosialisasi kepada suluruh calhaj. Semua bisa menerima. Apalagi memang vaksinasi meningitis adalah syarat wajib yang dipenuhi oleh calhaj sebelum berangkat. Jika tidak melakukan vaksinasi meningitis maka calhaj tersebut tidak diperbolehkan berangkat," ujarnya.

Selain melakukan vaksinasi meningitis, petugas kesehatan juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap calhaj, termasuk pemeriksaan kehamilan terhadap calhaj perempuan usia subur. Tes kehamilan dilakukan dengan cara tes urine dan pemeriksaan langsung untuk memperkecil kemungkinan perjokian.

"Sesuai aturan calhaj hamil memang diperbolehkan berangkat dengan syarat usia kehamilan antara 14 hingga 28 pekan. Kurang atau lebih dari itu harus menunda keberangkatan karena kandungan dalam kondisi rawan," lanjutnya.

Sedangkan untuk vaksinasi influeza, lanjut Titiek, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan kiriman vaksin pihak provinsi Jateng. Namun karena vaksin flu sifatnya tidak wajib dan bisa didapatkan di rumah sakit umum, petugas hanya menghimbau bagi calhaj yang beresiko tinggi agar melakukan vaksinasi di sendiri-sendiri di rumah sakit umum. Vaksin tersebut akan melindungi cakhaj tertular flu selama setahun.

Calhaj beresiko tinggi itu adalah calhaj lanjut usia, calhaj yang menderita penyakit tertentu, dan calhaj yang memang secara fisik mudah tertular flu. "Kami menyarankan calhaj melakukan vaksinasi sendiri di rumah sakit. Harga vaksin itu Rp 150 ribu. Namun jika memang ingin mendapatkan vaksin tersebut lewat kami maka harus bersedia menunggu karena vaksinnya belum kami terima," lanjut Titiek.

Terpisah, pemberian vaksinasi meningitis juga dilakukan oleh petugas kesehatan juga dilakukan terhadap 700 calhaj asal Kabupaten Boyolali. "Vaksinasi dilakukan selama dua hari, hari ini dan besok. Sejauh ini tidak ada penolakan calhaj terkait vaksinasi tersebut. Semua sudah menyadari dan memahami persoalan hukum vaksinasi tersebut," ujar Kepala Kantor Kemenag Boyolali, Hasan Kamal.

(djo/djo)


Berita Terkait