Seorang pria Kanada kelahiran Pakistan sempat ditangkap sehubungan dengan ancaman bom tersebut. Namun pria berumur 28 tahun itu kemudian dibebaskan setelah tidak ditemukan bahan peledak di dalam pesawat.
Pria yang tidak disebutkan namanya itu diberitakan akan pergi ke Pakistan untuk menikah. Mantan kekasih pria tersebut, seorang wanita Kanada, menelepon kepolisian Kanada dan memberitahu kalau pria itu membawa bahan peledak.
"Dari yang saya tahu, seorang mantan muncul dengan klaim tersebut terkait perpisaha mereka. Itu pastinya bukan perpisahan yang menyenangkan," kata perwira kepolisian Stockholm Haakan Westing seperti dikutip surat kabar Swedia, Aftonbladet dan dilansir AFP, Selasa (28/9/2010).
Media tersebut menuliskan, pria Kanada itu akan menikah di Pakistan. Hal itu menimbulkan kemarahan mantan kekasihnya yang kemudian melepon polisi soal ancaman bom tersebut.
Pesawat Boeing 777 tersebut milik maskapai Pakistan International Airlines (PIA) yang melakukan penerbangan dari Toronto, Kanada menuju Karachi, Paksitan. Menurut seorang juru bicara maskapai, pesawat tersebut mengangkut 243 penumpang dan 18 awak.
(ita/nrl)











































