"Isu sebenarnya bukan antara muslim dan non-muslim namun antara kaum moderat dan ekstremis semua agama, apakah itu Islam, Kristen atau Yudaisme," ujar Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak seperti dilansir News.com.au, Selasa (28/9/2010).
Hal itu disampaikan pemimpin negeri jiran itu dalam pidatonya di pertemuan tingkat menteri tahunan Majelis Umum PBB di markas besar PBB di New York.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu saya menyerukan kita untuk memulai pembangunan 'gerakan moderat global' dari semua keyakinan yang berkomitmen untuk bekerja sama memerangi dan mendesak para ekstremis yang telah menawan dunia dengan kefanatikan dan sikap bias mereka," ujar Najib.
Najib juga menyebutkan, Malaysia sebagai negara mayoritas muslim yang moderat merupakan negara multirasial, multiagama, multikultural dan demokratis. Menurutnya, masjid, kuil, gereja dan tempat-tempat ibadah lainnya hidup berdampingan secara harmonis di Malaysia. (ita/nrl)











































