"Informasi dari Setneg pelantikan digelar hari Selasa," ujar Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Prakoso kepada detikcom, Senin (27/9/2010) malam.
Sebelumnya, DPR telah menilai Agus layak menjadi Panglima TNI setelah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR. Jalan Agus ke kursi nomor satu di tubuh TNI itu mulus tanpa hambatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kan AL. Itu kalau digilir ya," ujar KSAU Marsekal Imam Sufaat jauh sebelum SBY resmi mengajukan nama Agus ke DPR sebagai calon tunggal.
Kalangan LSM yang menyoroti TNI dan HAM pun menyambut baik pemilihan Agus sebagai calon Panglima TNI. Kebutuhan penegakkan kedaulatan dan keamanan di laut serta figur yang relatif bersih dari isu pelanggaran HAM, membuat sosok Agus bisa diterima.
"Menurut kami Agus Suhartono pilihan yang tepat melihat kebutuhan negara saat ini," ujar Direktur Program Imparsial, Poengky Indarti pekan lalu.
Dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR kemarin, Agus berjanji untuk membangun Minimum Essential Force (MEF) TNI di darat laut dan udara. Agus pun menyatakan untuk menjaga netralitas TNI, dan meminta agar TNI tidak diseret-seret dalam politi. Agus juga menyatakan TNI siap membantu Polri untuk menanggulangi aksi terorisme.
Agus Suhartono menjadi Laksamana kedua yang menjadi panglima TNI, setelah Laksamana Widodo AS.
(rdf/her)











































