"Faktor utama penyebabnya adalah pengerukan laut di sekitar lokasi untuk manuver kapal. Ini membuat terjadinya pengikisan pondasi jalan," ujar peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi kemacetan dan LIPI, Otto SR Ongkosongo saat berbincang dengan detikcom, Selasa (28/9/2010).
Menurut Otto, pengerukan yang dilakukan pihak pelabuhan Tanjung Priok tidak memperhatikan aspek kekuatan pondasi jalan. Hal ini membuat jalan yang baru dibangun setahun lalu tersebut ambles.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otto pun menyarankan agar perbaikan jalan yang merupakan urat nadi perekonomian Jakarta tersebut menggunakan pembatas. Pembatas bisa dilakukan dengan membuat tiang pancang yang ditanam di dasar laut.
"Kalau tidak maka bisa ambles lagi. Yang ambles itu sekitar 2.000 meter kubik, material tanah dan jalan hilang begitu saja," terangnya.
(her/rdf)










































