Vivi, majikan Sulistiyowati atau Susi, terkejut sesampainya di depan rumahnya, Komplek Meadow Green Jalan Pinus 8 Nomor 26, Lippo Cikarang, Bekasi. Puluhan orang berkerumun di depan rumahnya yang saat itu dalam kondisi gelap.
"Ada apa ini?" tanya perempuan paruh baya ini kepada sekelompok orang yang berkerumun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerumunan orang tersebut tak lain adalah warga sekitar yang penasaran dengan isu beredar mengenai penyekapan seorang pembantu rumah tangga, Sulistiyowati.
Ketika detikcom mendatangi Vivi yang masih keheranan dan menerangakan duduk masalah, dia langsung mempersilakan masuk. "Oh tentang Susi, memang kenapa? Di dalam saja," ajaknya ke dalam rumah.
Kepada detikcom dia membenarkan jika Susi adalah pembantunya. Namun, Susi sudah tidak tinggal di kediamannya lagi.
"Empat hari sebelum lebarang dia sudah pulang kampung ke Magelang," kata Vivi.
Susi mulai bekerja sejak 2008. Dia mengaku menggunakan tenaga Susi atas permintaan rekan satu klub dansa, Riska.
"Pertama datang ke sini dia enggak bawa identitas, dia cuma kenalin nama Susi ke kita," ujarnya.
Diakuinya, kepulangan Susi ke Magelang adalah pertama kali sejak sang pembantu mulai bekerja di rumah tersebut.
"Tahun pertama kerja saya tawarin pulang, alasannya enggak tahu jalan. Tahun kedua ditawarin lagi katanya kakaknya (Siti Juleha) tidak pulang. Karena kasihan, lebaran kemarin saya suruh dia pulang," tutur Vivi.
Susi pulang dengan menggunakan bus jurusan Magelang. Tiket seharga Rp 270 ribu disiapkan sang anak agar Susi tidak keder membeli tiket bus pulang kampung. "Anak saya yang anter dia sampe naek bus," ujarnya.
Kabar penyekapan Sulistiyowati mulai berhembus sejak LBH Apik menerima laporan Siti Juleha yang mengadu adanya dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap dirinya selama bekerja di rumah majikannya, Paulus, di Komplek Taman Beverly, Jalan Palem Putri 6 No 6, Lippo Cikarang, Bekasi.
Siti mengadukan perlakuan kasar majikannya selama bekerja di kediaman Paulus. Dia tidak dibatasi ruang geraknya untuk keluar rumah meski sekadar membeli pembalut, dan gaji yang diberikan tidak sesuai haknya.
Namun, pengakuan tersebut ditampik Paulus yang mengatakan jika Siti diperlakukan sewajarnya saat bekerja di kediamannya.Siti lalu mencari keberadaan adiknya, Sulistiyowati yang sudah 3 tahun kehilangan kontak dengan dirinya. Diduga ada perlakuan tidak manusiawi juga pada Sulistiyowati. Namun hal ini ternyata tidak terbukti.
(ahy/rdf)










































