Kelengangan ruas jalan protokol terpantau sejak pukul 20.30 WITA di Jl Jenderal Sudirman, Jl Yos Sudarso, Jl Kusuma Bangsa serta Jl Gadjah Mada hingga Jl Mulawarman.
"Biasanya jam segitu (20.30 WITA), jalanan masih ramai. Ini hanya beberapa orang saja yang terlihat di jalan naik motor," kata Mulyadi Abdillah, warga Kelurahan Karang Anyar, Kota Tarakan, kepada detikcom melalui telepon, Selasa (28/09/2010) dinihari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lengangnya jalan karena juga toko-toko tutup. Warung makan ada yang buka, tapi sepi pembeli," ujar Mulyadi.
Ditambahkannya, meski lokasi bentrokan berada sekitar 5 hingga 6 kilometer dari pusat kota, Mulyadi tetap mengaku khawatir, menyusul kabar yang beredar kemungkinan aksi balasan dari salah satu kelompok warga yang bertikai.
"Situasi seperti ini meresahkan," imbuh Mulyadi.
Abdullah (50), satu-satunya korban bentrokan yang tewas, sambung Mulyadi, merupakan salah satu tokoh masyarakat yang dikenal baik di sebagian masyarakat Kota Tarakan. Sedangkan korban lainnya yang mengalami luka-luka yang menjalani perawatan di RSUD Tarakan, merupakan putra dari Abdullah.
Sedangkan Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta saat dikonfirmasi terpisah mengatakan sejauh ini belum ada pengiriman pasukan Brimob tambahan yang didatangkan dari Markas Brimob di Balikpapan.
"Masih melibatkan personel Brimob Kompi Tarakan sekaligus menyesuaikan eskalasi situasi kondisi," kata Wisnu.
(rdf/rdf)










































