Β
"Sebenarnya kita sudah lama mengajukan perbaikan ke Pemkab Magelang, tapi belum ada respon," kata salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Keningar, Sutrisno, kepada detikcom, Senin (27/9/2010).
Menurut Sutrisno, kondisi tersebut dapat menghambat proses evakuasi. Apalagi jalan sepanjang puluhan kilometer tersebut satu-satunya akses untuk mengevakuasi korban jika Gunung Merapi meletus.
"Kita sudah berusaha terus agar jalan itu diperbaiki. Namun hingga saat ini belum juga terealisasi. Kita berharap, agar permasalahan jalan ini diperhatikan karena kondisinya sudah sangat parah,"Β ujar Sutrisno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kerusakan jalan ini mencapai lima kilometer, mulai dari Desa Mangunsuko hingga Krinjing. Jadi kerusakannya bertambah terus," ungkao Kadar.
Berdasarkan pantauan detikcom, jalur evakuasi itu memang mengalami kerusakan. Lapisan aspal tampak telah mengelupas di sana-sini. Tak hanya itu, di beberapa bagian juga terlihat lubang besar dan dalam namun. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, warga setempat menutupnya dengan pasir, tanah dan batu seadanya..
"Terus terang, hanya melalui jalan ini yang terdekat jika mau ke pasar atau ke ibu kota kecamatan dan kabupaten. Kalau lewat jalan lain lebih jauh. Selain itu, kondisinya juga tidak jauh berbeda," ujar Warto, salah seorang warga Desa Krinjing.
Sementara itu, berdasarkan data Balai Penyelididikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) yang diterima detikcom dari petugas pemantauan Gunung Merapi di Pos Babatan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, jalur evakuasi yang rusak sepanjang 10, 8 km. Lokasi kerusakan tersebar di beberapa titik antara lain, Muntilan-Talun sepanjang 1,2 Km rusak berat.
Selanjutnya, Jalan Dukun hingga Demo (1,2 Km), Mranggen-Polengan (0,4 Km), Muntilan-Keningar (3,5 Km), Mangunsoka-Babadan ( 4 Km) dan Ketunggeng-Pucanganom (1,5 Km). Selain jalan, tercatat ada 6 jembatan jalur evakuasi juga rusak ringan, sedang, hingga berat.
Jembatan yang rusak berat berada di jalur Tlatar- Gowok Sabrang (Pabelan), Dukun-Demo, Mranggen-Polengan, Srumbung-Jurang Jero (Kali Putih), Kamongan-Kaliurang, Salam-Kamongan dan Gulon-Druju.
(djo/djo)











































