"Saya percaya banyak pihak yang akan bertanya kenapa saya ada di sini? Saya prihatin kinerja KPK yang dibanggakan dengan kinerjanya memberantas korupsi ditimpa kemalangan, dan direkayasa sedemikian rupa sehingga mereka hampir menjadi terdakwa," papar Endriartono.
Hal ini disampaikan Endriartono dalam acara jumpa pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Endriartono mengaku tertarik masuk menjadi penasihat kuasa hukum Bibit-Chandra karena perintah Presiden SBY tidak cukup manjur. Kejaksaan dalam memilih alasan mudah dipatahkan di praperadilan sehingga kasus ini menjadi tidak selesai.
"Kita tidak ingin satu orang yang masuk (calon pimpinan KPK), tetapi ada 2 yang mundur jika ini tidak dihentikan," ujar dia.
Endriartono mengimbau hakim dapat mempertimbangkan proses pengadilan Anggodo Widjojo yang telah mengeliminasi tuduhan yang mengatakan Bibit-Chandra memeras.
Apakah Anda karena ada yang memback up kasus ini? "Saya tidak mau berandai-andai. Jika itu terjadi janganlah. Semoga dengan masuknya saya jika ada yang membekingi jadi berfikir 2 sampai 3 kali lagi," kata pria yang mengenakan kemeja kotak-kotak warna biru ini.
Wakil Pimpinan KPK Bidang Penindakan, Chandra M Hamzah, menambahkan menerima tawaran bantuan dari Endriartono.
"Pak Tarto menawarkan bantuan ya kami terima. Lagipula, Beliau ini sarjana hukum. Beliau ingin sumbangkan sesuatu dan kami terima," kata Chandra.
(aan/mad)










































