"Kita terhenyak mendengar Polri, khususnya dari Densus 88, jumlah dana yang diadakan untuk pasukan antiteror sangat minim. Saya dengar hanya Rp 9 miliar per tahun. Sesuatu yang sangat penting hanya dapat Rp 9 miliar per tahun," kata Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.
Hal itu disampaikan Ical, sapaan Aburizal, dalam jumpa pers di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (27/9/2010). Ical didampingi jajaran DPP Partai Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keamanan nasional juga bisa mempengaruhi ekonomi nasional, dan juga kesejahteran rakyat," kata Ical yang mengenakan kemeja kuning lengan pendek ini.
Oleh karenanya, lanjut Ical, Fraksi Partai Golkar di DPR akan mendorong agar dana Rp 60 miliar, seperti yang diminta Densus 88, bisa disetujui DPR.
"Kami juga meminta pemerintah memberi perhatian yang besar dalam APBN 2011 agar tidak ada hambatan apa pun untuk menangani terorisme," kata Ical.
Terkait dengan rencana keikutsertaan TNI dalam pemberantasan terorisme, Ical mengatakan, penambahan anggaran lebih dari Rp 60 miliar juga dimungkinkan jika ada satuan lain yang membutuhkan.
"Kalau ada satuan-satuan lain butuh, bila diperlukan anggaran lebih lagi,Β bisa dilakukan juga," kata Ical.
(lrn/mad)











































