Peristiwa ini terjadi di wilayah Guangxi, China selatan. Kepolisian setempat telah menangkap delapan orang karena memproduksi dan menjual vaksin-vaksin rabies palsu.
Demikian seperti diberitakan harian China Daily dan dilansir kantor berita AFP, Senin (27/9/2010). Vaksin tersebut digunakan oleh klnik-klinik lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vaksin tersebut diproduksi di sebuah workshop bawah tanah dan dijual total seharga 330 ribu yuan. Akibat vaksin ilegal itu, seorang anak berumur 4 tahun tewas. Bocah laki-laki yang digigit seekor anjing itu meninggal pada Desember 2009 lalu setelah menerima suntikan vaksin rabies.
Penyakit rabies merupakan isu keprihatinan utama kesehatan publik di China. Tahun lalu pemerintah China menyatakan negara itu menduduki peringkat kedua setelah India dalam jumlah tahunan kematian manusia akibat rabies. Tercatat rata-rata lebih dari 2 ribu kasus kematian per tahun dalam beberapa tahun terakhir.
(ita/nrl)











































