Para orangtua itu tiba di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/9/2010) sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka menunggu di lantai 3 KPAI.
"Maaf, saya tidak mau komentar, nanti saja," kata salah seorang orang tua peserta Paskibra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan mereka membantah pengakuan sejumlah anggota Paskibra putri dan putra yang mengaku mendapatkan pelecehan seksual selama menjalani pelatihan. Di situ, Paskibra putri ditelanjangi dan disuruh berbaris dalam keadaan basah kuyup.
Sementara Paskibra putra disuruh melakukan push up dingin. Push up dingin adalah istilah di mana 3-4 putra tidur bertumpukan di atas tubuh temannya yang satu dan lainnya dalam keadaan telanjang bulat dan basah kuyup serta berbusa.
Kasus pelecehan seksual ini mengemuka setelah orangtua korban melaporkan ke Purna Paskibra Indonesia (PPI). Namun, laporan mereka tidak ditanggapi oleh PPI.
Korban kemudian mengadu ke Dinas Olahraga dan Kepemudaan (Disorda). Namun, Disorda tidak bertindak tegas terhadap para pelaku.
(aan/fay)










































