"Ya tetap. Berangkat tanggal 5, tiba tanggal 6 Oktober," kata Juru Bicara Presiden Bidang Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada detikcom, Senin (27/9/2010).
Sebelumnya, pria yang biasa disebut Faiz ini mengatakan Presiden tetap mengagendakan akan tetap melakukan kunjungan ke Belanda karena memenuhi undangan Ratu Beatrix, sejak empat tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wilders mengecam statemen berani Junus yang mengatakan Presiden SBY bisa batal pergi ke Belanda kalau ada Wilders di parlemen dan mengatakan pemilih PVV sakit jiwa.
"Tentu Presiden tidak akan datang ke Belanda jika ada orang di kabinet Belanda yang mengatakan Islam adalah sebuah kemunduran. Saya tidak mau Presiden saya dijadikan badut," kata Junus seperti dilansir DutchNews.nl, Jumat (24/9/2010).
Adik BJ Habibie ini mengatakan hubungan Belanda dan Indonesia akan tersakiti jika Wilders masuk dalam pemerintahan. Junus juga menilai orang-orang yang memilih partai pimpinan Wilders saat pemilu adalah tidak waras.
Wilders pun berang atas ucapan Junus. Dia meminta Menlu Belanda Maxime Verhagen untuk memanggil Junus akibat pernyataannya. Sementara, Verhagen menilai ucapan Junus tidak etis.
"Saya pikir tidak bijaksana menyebutkan pemilih PVV demikian. Seorang dubes semestinya tidak berkomentar tentang para pendukung partai," ujar Verhagen.
Geert Wilders tentunya bukan nama yang aneh bagi publik Indonesia. Politisi Belanda pemimpin Partij voor de Vrijheid/PVV (Partai untuk Kebebasan) pernah menggemparkan dengan film Fitna, yang anti-Islam. Berita terbaru tentangnya, dia mengecam Dubes RI untuk Belanda Junus Effendi Habibie.
(anw/asp)











































