"Mereka ini tidak pernah dendam. Tidak pernah marah karena menurut mereka mati dalam keadaan seperti itu garansinya surga, kata pengamat terorisme Mardigu Wowieq Prasantyo dalam sebuah diskusi di Bodies Cafe, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Minggu (26/9/2010) malam.
Tidak pernah ada dendam dalam diri teroris ini karena mereka hanya memiliki satu tujuan yang akan terus diwujudkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, ia sudah menginterview 437 terpidana teroris, sehingga ia mengetahui secara jelas cerita para teroris.
"Sudah 437 teroris yang saya interview oleh saya sendiri, jadi saya tau karena mereka yang cerita sama saya," kata dia.
(ayu/anw)











































