"Menurut saya itu perlu identifikasi yang lebih jauh, baru kita menyimpulkan ini terorisme atau bukan," ujar Tifatul ketika ditemui dalam acara halal bihalal DPD PKS Jakarta Selatan, di Ragunan, Jakarta, Minggu (26/9/2010).
Menurut Tifatul, perlu diselidiki apakah setiap aksi perampokan yang terjadi merupakan kerja organisasi yang memiliki tujuan politik dan tujuan jangka panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tifatul tidak setuju aksi terorisme diidentikkan dengan Islam. Dia juga menekankan, meski PKS berasaskan Islam namun partai yang identik dengan citra partai dakwah tersebut tidak sepaham dengan gerakan terorisme.
"PKS ranahnya bukan itu (terorisme), PKS ranahnya reformasi, dengan dakwah bagaimana memperbaiki pemerintahan ini. Kan kiprahnya selama ini disitu. Tidak mengikuti gerakan-gerakan underground," kata pria asal Bukittinggi tersebut.
Perampokan yang menggegerkan terbaru terjadi di Padang, Sumbar, pada Sabtu 25 September. Polisi mengejar kawanan pelaku dan menewaskan 3 tersangka pelakunya. Sedang 6 orang diamankan, 2 lainnya masih diburu. Sempat muncul spekulasi perampokan itu terkait terorisme dalam upaya mencari dana aksi (fa'i), namun Kapolda Sumbar Brigjen Andoyono belum bisa memastikannya.
(ddt/nrl)











































