"Kabar peserta ditelanjangi itu tidak ada, dipukul atau ditendang juga tidak
ada. Itu pengakuan dari anak saya sendiri," kata Tama (35), ibunda salah satu orangtua peserta OK, VA (15), saat dihubungi detikcom, Sabtu (26/9/2010).
Dia menambahkan, dari 29 peserta OK, sebanyak 25 orangtua mengaku jika anaknya tidak dilakukan tak senonoh oleh seniornya dalam kegiatan yang berlangsung di Cibubur 3-6 Juli kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
tidak senonoh. Kenyataannya seperti itu," jelas Tama.
Saat putrinya menjadi saksi terlapor di Direktorat Reserse dan Kriminal Umum
Polda Metro Jaya kemarin, Tama turut menemani sang putri bersama dengan Kuasa Hukum Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Pemprov DKI Jakarta, Ramdan Alamsyah.Β
"Maksud saya menemani agar anak saya bicara seadanya, supaya enggak takut bicara benar," ujar Tama.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah anggota Paskibra putri dan putra mengaku
mendapatkan pelecehan seksual selama menjalani pelatihan di Cibubur, 3-6 Juli lalu. Di situ, Paskibra putri ditelanjangi dan disuruh berbaris dalam keadaan basah kuyup.
Sementara Paskibra putra disuruh melakukan push up dingin. Push up dingin adalah istilah di mana 3-4 putra tidur bertumpukan di atas tubuh temannya yang satu dan lainnya dalam keadaan telanjang bulat dan basah kuyup serta berbusa.
Kasus pelecehan seksual ini mengemuka setelah orangtua korban melaporkan ke
Purna Paskibra Indonesia (PPI). Namun, laporan mereka tidak ditanggapi oleh PPI.
Korban kemudian mengadu ke Dinas Olahraga dan Kepemudaan (Disorda). Namun,
Disorda tidak bertindak tegas terhadap para pelaku.
(ahy/ape)











































