Ashtiani dinyatakan bersalah atas perzinahan dan keterlibatan dalam pembunuhan suaminya. Wanita Iran itu divonis hukuman mati dengan cara dirajam. Namun otoritas Iran belum lama ini menunda hukuman rajam tersebut setelah mendapat banyak kecaman secara global.
Di negara bagian Virginia, AS, Teresa Lewis divonis mati atas dakwaan mendalangi pembunuhan suami dan anak tirinya. Wanita berumur 41 tahun itu disuntik mati pada Kamis, 23 September waktu setempat. Itu merupakan eksekusi pertama terhadap seorang wanita di Virginia sejak hampir 100 tahun silam dan yang pertama di AS dalam lima tahun terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
".... seakan-akan satu-satunya masalah di planet bumi ini cuma ini saja. Tak ada masalah lain di dunia untuk mereka liput," cetus Ahmadinejad di sela-sela sidang Majelis Umum PBB.
"Tapi semalam seorang wanita benar-benar dieksekusi di AS dengan hukuman serupa. Sekarang jika seorang wanita di AS dieksekusi, apakah itu boleh?" tanya Ahmadinejad seperti dilansir Reuters, Sabtu (25/9/2010).
Ahmadinejad juga menyebut media AS sebagai media yang paling kurang dipercaya di dunia. Menurutnya, para jurnalis AS tampaknya berada di bawah pengaruh Departemen Luar Negeri AS.
"Dalam wawancara saya dengan semua media Amerika, semua pertanyaan sama," ujar Ahmadinejad. "Satu-satunya perbedaan adalah urutan pertanyaan mereka.... media Amerika paling kurang dipercaya di dunia," cetusnya.
Sebelumnya dalam pidato di sidang tahunan Majelis Umum PBB, Ahmadinejad mencetuskan teori bahwa pemerintah AS mungkin mendalangi serangan teroris 11 September 2001. Menurutnya, mayoritas warga AS dan lainnya di seluruh dunia yakin bahwa pemerintah AS mengatur serangan itu demi menyelamatkan rezim Zionis dan perekonomian AS. (ita/ita)










































