Permintaan dan apresiasi Indonesia itu disampaikan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) AS-ASEAN di Hotel Waldorf Astoria, 301 Park Avenue, New York, AS, Jumat (24/9/2010) yang berlangsung dari pukul 13.00-15.00 waktu setempat atau Sabtu (25/9/2010) dini hari WIB.
"Dalam statemen Indonesia kita inginkan, bersama-sama dengan negara maju, dan Amerika sebagai salah satu negara maju yang kita jadikan referensi untuk menjaga bersama-sama situasi toleransi antaragama. Kita sinyalir memang ada gejala Islamophobia. Kita tidak inginkan itu terus berkembang, kita ingin itu bekerja hilangkan, baik negara maju menjelaskan lebih baik mengenai Islam," ujar Wapres Boediono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negara-negara ASEAN sendiri, imbuhnya, sudah semakin berkembang. Terutama negara yang memiliki penduduk muslim yang signifikan, untuk meningkatkan dialog antaragama dan kebebasan menjalankan ibadah. Indonesia juga memberikan apresiasi pada Obama.
"Kita berikan apresiasi pada Pak Obama. Indonesia mengapresiasi penanganannya pada waktu isu rencana pembakaran Alquran (oleh Pastor Terry Jones). Penanganannya begitu baik dan presisi yang melegakan semuanya," jelas Boediono.
Aspirasi Indonesia itu, lanjut Boediono, diterima dengan baik oleh semua pihak.
"Kami sampaikan itu dan ditanggapi baik oleh semua tanpa ada keberatan atau
komentar balik. Upaya kita meningkatkan toleransi antaragama jadi pemikiran semua," tuturnya. (nwk/mok)











































