"Kita sudah cek, senjata kita lengkap, amunisi juga lengkap," kata Panglima Kodam I Bukit Barisan, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Leo Siegers kepada wartawan di Bandara Polonia, Medan, Jumat (24/9/2010).
Menurut Siegers, pengecekan gudang senjata dilakukan untuk memastikan tidak ada senjata milik TNI yang digunakan untuk tindakan kejahatan. Sistem pengecekan itu sudah standar. Setiap hari harus ada laporan, apalagi jika ada penggunaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tidak mungkin senjata dari Kodam Bukit Barisan," ucap Siegers.
Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan TNI dan Polri untuk mengecek gudang-gudang senjata, pasca serangan Mapolsek Hamparan Perak yang menewaskan tiga polisi yang terjadi pada Selasa (22/9/2010) dinihari. Pengecekan itu dimulai dari gudang TNI dan Polri, hingga satuan terkecil.
(rul/gun)










































