Aktivitas Perut Merapi Mulai Bergejolak

Aktivitas Perut Merapi Mulai Bergejolak

- detikNews
Jumat, 24 Sep 2010 17:15 WIB
Jakarta - Status Gunung Merapi masih waspada. Aktifitas magma diperut gunung yang ada diperbatasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah itu mulai bergejolak.

Aktifitas gempa multi phase (MP), gempa vulkanik mulai terjadi sehingga menjadi tanda-tanda adanya aktifitas di dalam perut Merapi. Petugas di pos pengamatan Merapi di sejumlah pos, seperti di Pos Babadan Kabupaten Magelang, Pos Kaliurang di Sleman dan Pos Deles di Klaten terus dilakukan selama 24 jam.

"Salah satu indikasi adanya aktititas adalah peningkatan gempa multi phase (MP) mencapai 265 kali dan gempa vulkanik terjadi sebanyak 78 kali yang tercatat hingga sekitar tanggal 20 September kemarin," kata Kepala Seksi Merapi, Sri Sumarti di kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), di Jl Cendana, Yogyakarta, Jumat (24/9/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sri Sumarti mengatakan, meski Merapi sudah beraktifitas di dalam, secara fisik Gunung Merapi belum mengalami perubahan. Perubahan yang terlihat dari Electronic Distance Measurement (EDM) atau jarak tunjam titik pengamatan hingga ke reflektor yang ada di puncak. Dari data EDM menunjukkan adanya pemendekan jarak.

"Ini akan kita pantau dan evaluasi perkembangannya setiap hari dan status masih tetap waspada. Hasil evaluasi ini akan terus kita sampaikan ke masing-masing pemerintah daerah setempat yang berdekatan dengan Merapi," terangnya.

Oleh karena masih tinggi curah hujan yang turun di sekitar Merapi, Sri mengingatkan agar warga dan para penambang pasir yang berada di aliran sungai yang berhulu di Merapi untuk berhati-hati. Sebab kemungkinan turunnya material sisa erupsi 2006 masih dimungkinkan masuk ke sungai-sungai di Merapi.

Sementara itu berdasarkan pantauan detikcom, curah hujan yang turun di kawasan lereng Merapi bagian barat hingga selatan cukup tinggi sejak Kamis sore hingga hari ini pukul 15.00 WIB. Air hujan yang masuk ke Sungai Bedhog, Krasak, Code, Kuning sangat tinggi sehingga sempat membuat khawatir warga Yogyakarta. Bahkan aliran air di Sungai Code sempat meluap meski tidak menimbulkan banjir di pemukiman warga.

(bgs/gun)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads