Lewis dinyatakan meninggal pada pukul 21.13 waktu setempat di penjara Greensville setelah mendapat suntikan mematikan. Hal itu diungkapkan juru bicara penjara tersebut Larry Traylor seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (24/9/2010).
Di luar penjara, sekelompok penentang hukuman mati menggelar acara doa di saat Lewis meregang nyawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewis mengaku bersalah telah menyuruh dua pria untuk membunuh suami dan putra tirinya demi mendapatkan uang dari asuransi jiwa korban. Kedua pria itu telah divonis penjara seumur hidup.
Lewis merupakan wanita ke-12 yang dieksekusi di AS sejak hukuman mati diberlakukan kembali di negeri itu pada tahun 1976. Kasus Lewis telah mengundang perhatian para aktivis penentang hukuman mati. Mereka beranggapan IQ Lewis yang rendah, hanya sekitar 70, seharusnya menjadi bahan pertimbangan untuk mencabut vonis mati.
Kasus Lewis menjadi bahan pemberitaan global pekan ini setelah Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad membandingkannya dengan kasus seorang wanita Iran yang divonis mati dengan cara dirajam atas dakwaan perzinahan dan pembunuhan suaminya. Ahmadinejad mengkritik media AS yang gencar mengecam hukuman rajam tersebut namun tidak menentang vonis mati Lewis.
(ita/fay)










































