Bunuh Suami dan Anak Tiri, Wanita AS Dihukum Mati di Virginia

Bunuh Suami dan Anak Tiri, Wanita AS Dihukum Mati di Virginia

- detikNews
Jumat, 24 Sep 2010 14:55 WIB
Bunuh Suami dan Anak Tiri, Wanita AS Dihukum Mati di Virginia
Virginia - Seorang nenek bernama Teresa Lewis telah dihukum mati di negara bagian Virginia, Amerika Serikat pada Kamis, 23 September waktu setempat. Wanita berumur 41 tahun itu menjadi wanita pertama yang dieksekusi di Virginia dalam kurun waktu hampir satu abad terakhir.

Lewis dinyatakan meninggal pada pukul 21.13 waktu setempat di penjara Greensville setelah mendapat suntikan mematikan. Hal itu diungkapkan juru bicara penjara tersebut Larry Traylor seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (24/9/2010).

Di luar penjara, sekelompok penentang hukuman mati menggelar acara doa di saat Lewis meregang nyawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lewis disuntik mati setelah Mahkamah Agung AS menolak permohonan kasasinya. Lewis divonis mati atas dakwaan memerintahkan pembunuhan suami dan anak tirinya pada tahun 2002.

Lewis mengaku bersalah telah menyuruh dua pria untuk membunuh suami dan putra tirinya demi mendapatkan uang dari asuransi jiwa korban. Kedua pria itu telah divonis penjara seumur hidup.

Lewis merupakan wanita ke-12 yang dieksekusi di AS sejak hukuman mati diberlakukan kembali di negeri itu pada tahun 1976. Kasus Lewis telah mengundang perhatian para aktivis penentang hukuman mati. Mereka beranggapan IQ Lewis yang rendah, hanya sekitar 70, seharusnya menjadi bahan pertimbangan untuk mencabut vonis mati.

Kasus Lewis menjadi bahan pemberitaan global pekan ini setelah Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad membandingkannya dengan kasus seorang wanita Iran yang divonis mati dengan cara dirajam atas dakwaan perzinahan dan pembunuhan suaminya. Ahmadinejad mengkritik media AS yang gencar mengecam hukuman rajam tersebut namun tidak menentang vonis mati Lewis.

(ita/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini