Eks Polisi Penyalur Senjata ke Teroris Sangkal Jadi Intel

Eks Polisi Penyalur Senjata ke Teroris Sangkal Jadi Intel

- detikNews
Jumat, 24 Sep 2010 14:19 WIB
Jakarta - Eks polisi yang dijerat pasal hukuman mati, Sofyan Tsauri, alias Abu, menyangkal kalau dia adalah intel yang disusupkan ke jaringan teroris. Sofyan bergabung ke kelompok Aceh karena ingin berjuang melawan AS dan Israel.

"Masa kalau dia intel, dia diancam hukuman mati. Kalau dia intel kan berarti dia pahlawan negara," kata pengacara Sofyan, Nurlan saat dihubungi detikcom, Jumat (24/9/2010).

Sofyan didakwa kasus terorisme. Persidangan atas dirinya digelar Kamis (23/9) di PN Depok. Dia diduga menyalurkan senjata api ke pelaku teror jaringan Aceh. Sofyan pernah bertugas dan di kepolisian dan dikirim ke Aceh saat konflik Aceh masih terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi kalau ada yang menuduh dia intel, silakan saja," terangnya.

Sofyan, lanjut Nurlan, bergabung ke kelompok Aceh atas ajakan seseorang bernama Bara, yang disebutkan sebagai salah satu pemimpin jaringan itu. Pada Januari 2009, Sofyan pergi ke Aceh dan di sana dia sempat bertemu Dulmatin.

"Kemudian setelah Januari, Sofyan pulang ke Jakarta. Tidak lama, dia diminta temannya di Aceh dicarikan senjata api. Ya secara dia bekas polisi, tentu memiliki jaringan," terangnya.

Bagaimana dengan hukuman mati yang diancamkan jaksa kepada Sofyan? "Dia bukan pemimpin kelompok, bukan komandan, jadi janganlah hukuman mati," tutupnya.

(ndr/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads