Lima tokoh tersebut yakni Todung Mulya Lubis, Busyro Muqqodas, Bambang Widjojanto, Yunus Husein, dan Hakristuti Hakrisnowo. Nama mereka muncul sebagai hasil penjaringan saran dan masukan dari masyarakat.
"ICW tidak merekomendasikan nama dan tidak mengkampanyekan. Setidaknya lima nama itu yang yang layak," kata Emerson usai diskusi di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (24/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Agar dibuka bursa seluas-luasnya kepada masyrakat," kata dia.
Emerson mengatakan, ICW memang mendorong agar Jaksa Agung berikutnya berasal dari luar Kejaksaan alias non-karier. Alasannya, agar Jaksa Agung berikutnya bisa tegas terhadap kalangan internal Kejaksaan yang bermasalah, seperti yang tersangkut korupsi.
"Agar tidak ada eweuh pakeweuh. Kalau Jaksa Agung dari dalam, espirit de corps masih kental," kata Emerson. Dia menambahkan, Jaksa Agung mendatang hendaknya juga melakukan reformasi birokrasi lewat perbaikan remunerasi.
(lrn/fay)











































