"Rencananya belum berubah, bulan Oktober Presiden akan ke Belanda," ujar Jubir Deplu, Teuku Faizasyah, kepada detikcom, Jumat (24/9/2010).
Teuku mengaku belum mendengar kepastian perdebatan tersebut. Terkait rencana pemanggilan Junus oleh pemerintah Belanda, Teuku juga belum mau berkomentar.
"Kita belum tahu itu, nanti kita akan cek dulu," jelasnya.
Sebelumnya, Junus mengkritik Wilders yang menentang Islam dengan memberi isyarat bahwa SBY bisa membatalkan kunjungan ke Belanda karena keberadaan politisi Belanda yang menjelek-jelekan Islam. Kecewa dengan pernyataan Junus, Wilders pun meminta Menlu Belanda Maxime Vorhagen memanggil Junus
Presiden SBY dijadwalkan pergi ke Belanda pada Oktober 2010 untuk mempererat hubungan negara. Kunjungan ini akan menjadi kunjungan bersejarah karena tidak ada presiden RI yang ke Belanda selama ini, kecuali Gus Dur dalam rangka kunjungan kerja.
Pada Juni lalu, SBY menekankan pentingnya mempererat hubungan Indonesia dan Belanda. Salah satunya untuk memperjelas mengenai pro kontra kapan Indonesia merdeka. Sebagian pihak internasional mengakui Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, sebagian lagi mengatakan Indonesia merdeka sekitar tahun 1950.
Sebenarnya, kata SBY, pengakuan bahwa Indonesia telah merdeka pada 17 Agustus 1945 telah diperlihatkan Belanda saat mengirimkan Menteri Luar Negeri Bernard Bot ke Jakarta untuk menghadiri peringatan 17 Agustus 1945 pada tahun 2005. SBY berharap pro kontra mengenai hal ini bisa berakhir. (van/fay)











































