Indonesia-Jerman Sahabat Saling Menghormati

Laporan dari Berlin

Indonesia-Jerman Sahabat Saling Menghormati

- detikNews
Kamis, 23 Sep 2010 18:47 WIB
Indonesia-Jerman Sahabat Saling Menghormati
Berlin - Rakyat maupun pemerintah Republik Indonesia dan Republik Federal Jerman terikat oleh semangat persahabatan dan saling menghormati, bahkan sejak hubungan diplomatik dibuka di 1952.

Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman Eddy Pratomo dalam sambutan pengantar resepsi diplomatik di Wisma Indonesia, Berlin, Rabu malam waktu setempat atau Kamis (23/9/2010).

Untuk kali pertama resepsi diplomatik tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Luarnegeri Jerman Pieter Ammon, 74 dubes negara sahabat, termasuk antara lain para dubes negara-negara ASEAN, Russia, Prancis, Kanada dan Jepang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tamu khusus pada resepsi adalah Menristek Suharna Surapranata yang sedang melakukan kunjungan kerja di Jerman, setelah mengikuti General Conference (GC) ke-54 di markas badan atom internasional IAEA, Wina.

Dubes Eddy menjelaskan bahwa bangunan Wisma Indonesia, Berlin, merupakan simbol hubungan diplomatik yang ramah dan konstruktif antara Indonesia dan Jerman, yang telah dipelihara sejak 1952, demi keuntungan bersama satu sama lain.

"Kehadiran Menristek RI dalam rangka kunjungan kerja di Jerman juga membuktikan keeratan hubungan Indonesia dan Jerman, di mana kita berusaha untuk terus membina dan menumbuhkan demi keuntungan bersama," papar Eddy.

Disebutkan bahwa kunjungan presiden RI Yudhoyono ke Jerman pada Desember akhir tahun lalu juga menandai hubungan sangat erat Indonesia-Jerman.

Diskusi tête-à-tête (percakapan privat, red) antara presiden RI dengan presiden Federal Jerman Horst Köhler saat itu dan Kanselir Jerman Angela Merkel meluas ke banyak bidang kerjasama, termasuk ekonomi, pendidikan, sains dan teknologi serta pertahanan keamanan.

Menurut Eddy, Indonesia akan terus melanjutkan langkah-langkah reformasi demokratis yang kini memasuki dasawarsa kedua. Instabilitas politik di masa lalu telah berevolusi menjadi keandalan seimbang, keprihatinan sosial menuju kebangkitan kesejahteraan, dan kemerosotan ekonomi menjadi pertumbuhan yang kokoh.

"Dalam upaya mencapai semua itu Indonesia sangat beruntung punya banyak sahabat. Salah satu dari banyak sahabat itu adalah pemerintah dan rakyat Jerman," demikian Eddy. (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads