"Dari pola dia bergerak, cara dia bergerak sama dengan yang di CIMB. Kan di CIMB jelas teroris. Dari yang ditangkap 18, 6 orang pernah ikut pelatihan di Aceh," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/9/2010).
Iskandar menerangkan, kalau apa yang dilakukan para pelaku jelas mengindikasikan tindakan terorisme. Hal itu, karena mereka dianggap telah memberikan teror terhadap masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini polisi masih memburu para penyerang Polsek Hamparan Perak. Sementara 19 tersangka teroris yang dibekuk Densus 88 atas kasus perampokan Bank CIMB Niaga, telah dibawa ke Jakarta.
(ddt/fay)










































