Alhasil, komplotan perampok itu gagal membawa jarahannya kabur. Salah satu perampok malah antaranya menjadi bulan-bulanan massa, Kamis (23/9/2010).
Peristiwa itu berawal saat ketiga orang tersebut mendatangi kediaman Imam Sutopo, mantan walikota Soolo, di Kampung Gremet, Kelurahan Manahan, Solo. Mereka datang mengendarai satu unit sepeda motor Honda Supra dan satu unit sepeda motor Suzuki Spin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ujung jalan yang hanya berjarak belasan meter dari rumah sasaran.
Saat itu rumah dalam kondisi sepi, hanya ada pembantu. Kepada pembantu itu, si perampok meyakinkan bahwa dia adalah tukang servis yang datang karena dipanggil oleh pemilik rumah untuk membenahi gordin.
Namun sesampai di dalam rumah, perampok langsung menodong pembantu bernama Eka itu pisau. Selanjutnya si perampok dengan leluasa mengacak-acak rumah, termasuk isi kamar pribadi Imam Sutopo.
Dia lalu mengangkut perhiasan emas, dua bendel uang kertas baru senilai Rp 2 juta, jam tangan, dan HP. Namun dasar si penjahat ini didera sial. Sial pertama, saat hendak meninggalkan lokasi, tuan rumah datang. Melihat ada orang tak dikenal mengacak-acak rumahnya, Imam Sutopo spontan meneriakinya dengan sebutan maling.
Teriakan Imam membuat si pelaku panik. Sambil membawa barang jarahan, dia lari menuju arah teman-temannya yang sudah menunggu. Sial kedua, saat hendak kabur sepeda motor Suzuki Spin yang mereka gunakan tak bisa melaju alias ngadat.
Akhirnya mereka memutuskan meninggalkan Suzuki Spin tersebut dan lari menggunakan Honda Supra dengan berbonceng tiga. Ketiga rampok itu terus memacu kendaraannya untuk menghindari kejaran para tetangga Imam Sutopo yang mengejar menggunakan motor.
Setelah terjadi kejar-kejaran cukup lama berputar-putar di sejumlah gang, akhirnya datanglah sial ketiga. Sepeda motor Honda Supra itu mengalami patah shockbreaker
belakang. Mereka terjatuh. Dua orang melarikan diri, seorang yang tak sempat lari
ditangkap warga. Karuan saja mereka menjadi bulan-bulanan warga sekitar lokasi mereka jatuh.
Meski sial, perampok itu masih beruntung. Seorang polisi yang melintas di lokasi menyelamatkannya dari massa. Perampok sial itu akhirnya dibawa ke Mapolresta Surakarta.
Sedangkan barang-barang hasil rampokan yang terlihat berceceran di sekitar lokasi segera dikumpulkan oleh petugas untuk dijadikan barang bukti. Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Edhei Sulistyo, menyatakan masih memeriksa salah satu pelaku yang sudah tertangkap. Dia yakin dua pelaku lainnya yang berhasil lolos akan segera ditangkap.
(mbr/ken)











































