"Ada masalah iya, tapi tidak harus dalam intensitas pertemuan yang tinggi. Ada yang bisa diselesaikan di antara kedua negara pasti akan diselesaikan, tak harus bertemu di New York," ujar juru bicara Wapres Boediono, Yopie Hidayat di Hotel Intercontinental Barclay, 111 East 48th Street, New York, Amerika Serikat, Rabu (22/9/2010) malam atau Kamis (23/9/2010) pagi.
Selain karena masalah yang pelik di antara kedua negara, masalah RI-Malaysia belum perlu diangkat sampai ke tingkatan ASEAN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Yopie menambahkan karena efisiensi pula, mengapa RI tak mengadakan pertemuan bilateral. Jangan sampai timbul kesan dicari-cari kesempatan di New York untuk membahas perbatasan RI-Malaysia ketika sedang ada agenda lain yang penting di ASEAN.
"Lho ini kok sampai bertemu di New York, ada apa? Kalau mau bertemu karena kita tetangga dekat ya sebelahan saja, kan tinggal menyeberang. Kirim delegasi ke sini kan jauh lebih mahal, terbangnya mahal," imbuh Yopie.
Masalah sengketa perbatasan dan tenaga kerja menjadi masalah yang menegangkan kedua negara akhir-akhir ini. Pertemuan terakhir antara RI-Malaysia adalah pada pertemuan Kinabalu pada Senin 6 September 2010 lalu. Pemerintah RI dan Malaysia bersepakat bahwa masalah batas laut harus segera diselesaikan.
Selain itu, Indonesia dan Malaysia menyepakati standar prosedur operasi dan aturan perlibatan di perbatasan dengan tambahan dua unsur sipil. Dua unsur sipil ini adalah Badan Koordinasi Keamanan Laut (BAKORKAMLA) dari sisi Indonesia dan Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) dimasukkan dalam struktur Komite Perbatasan yang sudah ada. Penyempurnaan ini semakin penting mengingat proses perundingan perbatasan akan memakan waktu yang tidak singkat.
Dari Kinabalu, Malaysia, perundingan kedua Menlu akan dilanjutkan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pada minggu ketiga bulan September 2010. Setelah itu, telah dijadwalkan perundingan perbatasan tingkat teknis ke-16 dan ke-17 masing-masing pada tanggal 11-12 Oktober 2010 di Malaysia serta tanggal 23-24 November di Indonesia. Kedua Menlu juga merencanakan kembali mengadakan pertemuan JCBC pada Desember 2010.
(nwk/fay)











































