Permintaan itu disampaikan Ruswanti saat Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno dan sejumlah anggota Komisi III DPR serta Wakil Bupati Deli Serdang, Zainudin Mars, berkunjung ke kediaman Marwan di Kampung Pulo Agas, Gang Bilal, Hamparan Perak, Deli Serdang, Medan, Sumut, Kamis (23/9/2010).
Rumah Marwan sudah tidak diberi garis polisi. Garis polisi baru saja dibuka sebelum kunjungan Oegroseno dan pejabat lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perempuan berkerudung ini mengaku telah kehilangan pekerjaan sebagai pengasuh.
"Orang juga tidak mau terima saya kerja karena takut. Saya kini sudah tidak bekerja lagi. Saya kalau tidak mau tinggal di rumah, tinggal di mana lagi," ujar Ruswanti sambil menangis terisak.
Oegroseno lalu menanggapi dan meminta Lurah Hamparan Perak, Kholil, menindaklanjutinya.
"Pak, ini nanti tolong difasilitasi masalah ibu, ini untuk kaitannya dengan Kepolisian," kata Oegroseno.
Ruswanti lalu menumpahkan unek-uneknya kepada Kholil. "Tolong diperbaiki rumah saya. Lemari saya rusak, pakaian dikeluarin, rumah saya seperti kandang babi. Saya juga trauma tinggal di situ," kata Ruswanti lagi.
Kholil berjanji akan memperbaiki rumah ibu 2 anak ini. "Ya sudah nanti kita ke sini untuk perbaiki rumahnya," janji Kholil.
"Dibantulah ini, dia masih warga kita juga. Kalau misalnya Bapak (Kholil) ini tidak urusin, biar (Ruswanti) kita pindah ke Jakarta," seloroh Edi Ramli Sitanggang dari Fraksi Partai Demokrat.
Marwan dan dua rekannya, Surya Syahputra dan Ridwan, disebut sebagai anggota teroris dan ditembak di dua lokasi terpisah. Marwan dan Surya ditembak anggota Densus 88 di salah satu jembatan di Kota Rantang, Hamparan Perak.
Sedangkan Ridwan yang akhirnya meninggal dunia, ditembak saat penggerebekan di rumahnya. Marwan dan Surya saat ini dibawa ke RS Polri Jakarta untuk dirawat.
(aan/nrl)











































