"Polisi tidak siap menghadapi serangan, tidak menyiapkan diri sehingga mudah sekali diserang dan disergap," kata mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto, Kamis (23/9/2010).
Dia menilai pelaku penyerangan sebenarnya tidak terlalu profesional, namun petugas kepolisian kurang sigap mengantisipasi kemungkinan balas dendam para pelaku teror.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini meski dugaan-dugaan serangan pada kantor kepolisian telah diprediksikan, tetapi justru polisi tidak mempersiapkan diri. "Pelaku teror memiliki kemampuan dengan berlatih, tentu semua anggota polisi harus waspada dan menyiapkan diri," tutupnya.
Diketahui dalam penggerebekan Densus 88 pada Minggu (19/9) kemarin, 3 terduga pelaku teror tewas didor. Namun kemudian pada Rabu (22/9) dini hari, pelaku teror membalas menyerang Polsek Hamparan Perak, 3 polisi tewas dalam insiden ini.
(ndr/fay)











































