Polisi Tidak Siap Hadapi Serangan Teroris

Polisi Tidak Siap Hadapi Serangan Teroris

- detikNews
Kamis, 23 Sep 2010 11:50 WIB
Jakarta - Introspeksi harus dilakukan kepolisian dalam perang menghadapi kelompok bersenjata. Ketika perang terhadap pelaku teror dilakukan, seluruh aparat kepolisian harus bersiap.

"Polisi tidak siap menghadapi serangan, tidak menyiapkan diri sehingga mudah sekali diserang dan disergap," kata mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto, Kamis (23/9/2010).

Dia menilai pelaku penyerangan sebenarnya tidak terlalu profesional, namun petugas kepolisian kurang sigap mengantisipasi kemungkinan balas dendam para pelaku teror.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini menjadi pelajaran, apapun dengan tindakan polisi, dengan melakukan operasi antiterorisme harus mempunyai kemampuan menjaga diri. Para pelaku teror akan melihat polisi sebagai lawan yang utama," imbuhnya.

Selama ini meski dugaan-dugaan serangan pada kantor kepolisian telah diprediksikan, tetapi justru polisi tidak mempersiapkan diri. "Pelaku teror memiliki kemampuan dengan berlatih, tentu semua anggota polisi harus waspada dan menyiapkan diri," tutupnya.

Diketahui dalam penggerebekan Densus 88 pada Minggu (19/9) kemarin, 3 terduga pelaku teror tewas didor. Namun kemudian pada Rabu (22/9) dini hari, pelaku teror membalas menyerang Polsek Hamparan Perak, 3 polisi tewas dalam insiden ini.

(ndr/fay)


Berita Terkait